Mr.Montir – The Fastest Growing Franchise & Business Opportunity 2011

Dirancang Sebagai Long Term Business dan Bisa Diwariskan

Majalah Info Franchise Hal 73 - Outlet Mr.MontirDi Indonesia saat ini, penjualan sepeda motor per tahunnya mencapai 8-9 juta unit. Angka itu terus bertambah tiap tahunnya, sekitar 8-10%. Untuk 2012, diperkirakan bisa mencapai 10 juta unit motor. Sayangnya, pertumbuhan unit sepeda motor ini tidak sebanding dengan jumlah bengkel sepeda motor yang memenuhi standar. Jika menggunakan asumsi penjualan sepeda motor 10 juta per tahun, dengan 2000 loyal customer untuk tiap bengkel, maka setiap tahun INdonesia memerlukan tambahan 5000 bengkel. Pertanyaannya, apakah secara jumlah dapat dipenuhi?

Yang kedua, apakah bengkel-bengkel tersebut memiliki standar yang baik? Jawabannya adalah jumlah bengkel tentunya tidak akan pernah dapat sebanding dengan pertumbuhan jumlah motor apalagi dengan kualitas yang baik. Untuk itu, populasi dan pertumbuhan sepeda motor yang signifikan di Indonesia menjadi pasar yang sangat menawan bagi bisnis bengkel sepeda motor.

Paparan diatas disampaikan Vice President Director PT.Techno Motor Indonesia (TMI), Okto Larido. Menurutnya, yang banyak di Indonesia adalah jenis bengkel di pinggir jalan yang tumbuh bak jamur di musim hujan. Layaknya bengkel jalanan, pelayanan yang diberikan tentu tidak sama dengan bengkel profesional. Jenis yang kedua adalah, bengkel resmi, dimana keberadaan bengkel resmi untuk melayani mayoritas motor baru yang masih dalam garansi. Karena itu, kata Okto, Mr.Montir hadir memadukan dua konsep bengkel yang saat ini banyak ditemui di Indoensia. Untuk diketahui, TMI merupakan perusahaan yang menggawangi bisnis franchise bengkel umum sepeda motor dengan nama Mr.Montir, dan mempunyai tagline: “Kualitas bengkel resmi, harga bengkel jalanan”.

“Yang kita tawarkan adalah bengkel umum sepeda motor berstandard profesional dengan harga yang kompetitif,” ungkap Okto seraya mengibaratkan Mr.Montir merupakan bengkel dengan harga warteg yang memiliki kualitas dan layanan restoran kelas dunia. Sama seperti restoran, konsumen berhak mendapatkan sesuatu yang lebih baik.

Majalah Info Franchise Hal.59

Dia juga mengungkapkan, sejak awal Mr.Montir dirancang sebagai bisnis yang bersifat long term, bahkan bisa diwariskan, bukan sekedar bisnis yang hit and run. Ada 6 wilayah utama yang disiapkan Mr.Montir bagi para franchisee-nya, yaitu spare part, sistem administrasi, peralatan & perlengkapan, interior & eksterior, promosi & marketing, serta satu hal yang paling utama, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM). 5 Unsur yang pertama disebutkan bisa dibeli dengan uang, artinya bisa didapat dengan instan misalnya dengan membayar konsultan. Sedangkan untuk SDM, perlu proses ang tidak mudah untuk mendapatkan SDM yang berkualitas. Karenaitu, Mr.Montir juga telah mendirikan sebuah sekolah montir bernama Techno Motor Academy (TMA) sebagai kawah candradimuka dalam menyiapkan montir-montir terbaik.

Berbeda dengan bisnis franchise lain, bisnis bengkel bukan sebuah layanan coba-coba. Artinya, umumnya konsumen hanya menyerahkan perawatan dan perbaikan kendaraan pribadinya kepada bengkel yang betul-betul dipercayainya. Beda halnya dengan bisnis makanan, jika ada restoran yang baru buka, kemungkinan besar banyak konsumen yang datang untuk mencoba jenis masakan yang ditawarkan. Atau bisnis ritel lain yang menjual barang kebutuhan sehari-hari, bisa dipastikan konsumen akan memilih tempat belanja yang terdekat atau paling mudah dijangkau. Karena itu, kata Okto, loyalitas customer dapat dibangun dalam bisnis bengkel.

Majalah Info Franchise hal.73 - Outlet Mr.Montir“Kita mencari mitra yang berjiwa entrepreneur karena kita ini bukan lembaga investasi keuangan. Jadi tentunya kolaborasi antara pemilik bisnis dengan kita akan menghasilkan tingkat keberhasilan yang tinggi. Ditambahkan, bahwa ketika orang masuk dalam bisnis ini, akan menikmati sebuah bisnis yang berkelanjutan bahkan bisa diwariskan ke anak-cucu, dengan catatan, menjaga standard pelayanan yang baik dan komitmen untuk memberikan pelayanan,” tukas Okto. Untuk itulah Mr.Montir juga menyediakan Business Consultant yang akan mendampingi pihak franchisee dalam menjalankan usaha bengkelnya.

Investasi untuk menjadi mitra adalah sekitar +/- 300 juta. Rinciannya, equipment dianggarkan Rp 177 juta. Untuk penyediaan peralatan ini, manajemen Mr.Montir mendapatkan harga project karena langsung berhubungan dengan pemilik merek barang tersebut. “Kalau beli sendiri, bisa lebih mahal 20%-40%,” beber Okto. Franchise fee Rp 100 juta, tapi ada program diskon 25% hingga akhir Desember 2011. Kemudian biaya stok spare part dan aksesoris awal Rp 50 juta. Setelah itu mitra bisa mengambil barang dengan sistem jatuh tempo. Royaly fee sebesar 3.3% dari omzet. Sedangkan gross margin bisa mencapai 32%-48%.

Untuk memastikan gross margin yang terbaik, Mr.Montir selalu bermitra dan berhubungan langsung dengna principal, bukan melalui distributor dan agen, sehingga harga pun selalu akan mendapatkan yang terbaik.

Garap Pasar Malaysia
Gaung bisnis Mr.Montir ternyata sampai ke negara tetangga, Malaysia. Perwakilan Kementrian Perdagangan Dalam Negeri Malaysia bahkan tertarik mengunjungi Mr.Montir terkait dengan rencana kerjasama pembukaan Mr.Montir di Malaysia. Hasilnya terlihat belum lama ini dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) antara TMI selaku pemilik Mr.Montir Indonesia dengan pihak Malaysia. Isi perjanjian kerjasama antara lain menyebutkan, mitra TMI di Malaysia akan membuka 0 outlet Mr.Montir dalam waktu 2 tahun, terhitung sejak 2012, untuk melayani pasar Malaysia. Di Malaysia, Mr.Montir akan menggunakan nama Mat Rempit dengan logo yang tidak berubah.

PT. Techno Motor Indonesia
The Capitol Building
Jl. Letjen S. Parman Kav. 73
Slipi – Jakarta Barat

 

Artikel dapat dilihat di majalah Info Franchise edisi 12/VI/DESEMBER2011